Sunday, 17 June 2018

Contoh Pidato Pada Hari Sosial (20 Desember)

Kumpulan Contoh Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
 

Fungsi pidato

  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia.
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Esa, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul dan bertemu muka dalam keadaan sehat walafiat, tanpa ada suatu halangan apapun.

Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan dapat hidup tanpa berinteraksi dan bantuan dan orang lain. Sebagai makhluk sosial kita dituntut untuk saling membantu, menolong, memberi dan menerima kita dituntut untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, saling membantu dan menolong. Untuk membangun kehidupan Yang demikian, kita mesti lebih menekankan kewajiban sosial daripada menuntut hak yang bukan semestinya.

Moralitas yang kita bangun dalam kehidupan sosial hendakya lebih mendahulukan kewajiban barulah kemudian mengenai hak. Hal ini agaknya berbeda dengan pandangan sementara kalangan di dunia Barat, yang lebih mendahulukan hak daripada kewajiban. Sekalipun sepintas kelihatannya tak jauh berbeda, hanya penekanannya saja, tetapi jika dicermati dan dipahami secara mendalam akan terlihat perbedaan dan akibat yang ditimbulkannya.

Ketika seseorang berbicara dan menuntut haknya, maka sadar atau tidak ia mengambilnya dari orang lain. la mengambil sesuatu yang dituntutnya itu dari luar dirinya, untuk dirinya. Apabila kita menuntut hak berarti juga kita melibatkan orang lain yang harus merelakan sesuatu yang dimilikinya buat kita, atau orang itu terpaksa harus melakukan sesuatu untuk diri kita.

Namun ketika kita melakukan kewajiban mengandung tuntutan bagi kita untuk berbuat sesuatu atau memberikan sesuatu kepada pihak lain. Dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa "hak" berarti meminta, sementara "kewajiban" berarti memberi. Dengan menitik beratkan pada kewajiban berarti juga menekankan atas terciptanya keharmonisan dalam kehidupan sosial. Karena apabila setiap individu berlomba berbuat kebaikan buat orang lain, bukannya menuntut dari orang lain, maka berbagai bentuk perampasan dan eksploitasi hak seseorang dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya, tidak akan terjadi.

Berbeda halnya, apabila dalam kehidupan sosial seseorang sering kali lebih menekankan hak tanpa memperhatikan kewajiban, maka yang segera muncul adalah perselisihan, pertentangan dan pertikaian. Seseorang menjadi selalu menghitung akan haknya tanpa pernah berpikir akan kewajibannya terhadap orang lain. Yang selalu dipikirkan adalah keinginan untuk menuntut bukannya ingin memberi. Pertentangan dan pertikaian yang terjadi akhir-akhir ini yang telah menjadi begitu takut, betapa berbagai tidakan anarkis dan destruktif terjadi di berbagai daerah menjadi sajian yang selalu kita dengar dan kita lihat, melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik. Hal tersebut diakibatkan karena masing-masing lebih menekankan pada hak daripada kewajiban, lebih banyak menuntut daripada memberi. Seorang pemimpin sering kali hanya mementingkan haknya sebagai pimpinan dengan menuntut ini dan itu, sementara kewajiban yang semestinya harus dikerjakan menjadi terabaikan, terbengkelai dan dilupakan. Ketika terjadi persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya, justru dilemparkan kepada orang lain, ia cenderung hanya mengenyam manisnya, cuci tangan dan melepas kewajiban dan tánggung jawabnya.

Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia.
Semestinya, kewajiban haruslah ditekankan terlebih dahulu barulah kemudian berbicara dan menuntut apa yang menjadi haknya, sehingga antara keduanya terjadi keberimbangan. Oleh sebab itu marilah kita lakukan apa yang menjadi kewajiban kita dengan sebaik-baiknya, barulah kita menuntut hak yang semestinya. Melalui peringatan hari sosial ini, marilah kita tingkatkan solidaritas sosial kita, utamanya kepada mereka yang membutuhkan pertolongan dan bantuan. Semoga Tuhan selalu memberkati dan melindungi kita semua, amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Mungkin Yang Kamu Cari:

     


EmoticonEmoticon