Contoh Ceramah Islami Singkat mengenai Ikhlas

Kumpulan Contoh Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
 

Fungsi pidato

  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Contoh ceramah Islami yang ditulis dalam artikel berikut bertema tentang ikhlas.

Teks nya bisa dibaca di bawah ini.

Pembukaan:

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.
Mukadimah (silakan menggunakan contoh mukadimah dari artikel lainnya di pidato-id ini).
 Pada kesempatan ini alhamdulillah kita dapat berjumpa di majelis ta'lim ini untuk ber-tholabul ilmi.
Semoga kegiatan ini menjadi amal saleh, bekal kita untuk hari akhir.


Pokok/Inti Ceramah:

Hadirin yang mengharapkan ridho Allah.

Ikhlas merupakan sebuah kata yang terdiri dari 6 huruf. Meski sedikit, namun makna kata ikhlas itu mendalam dan cukup sulit untuk dilaksanakan oleh kita sebagai manusia biasa.

Ikhlas dapat kita artikan sebagai suatu sikap menerima keadaan tanpa mengeluh, selalu berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan atau pun pujian dari orang lain.

Sebagai manusia biasa, mungkin kita pernah mempunyai perasaan ingin dipuji ketika berbuat baik. Jika dilihat dari perspektif Islam, perasaan demikian dapat di-kategori-kan ke dalam perbuatan "riya".

Dalam Islam, r*ya adalah suatu perbuatan yang di-umpama-kan seperti se-percik api yang dapat membakar kayu dalam waktu singkat. Makna dari kalimat tersebut yaitu: ketika melakukan perbuatan baik dengan harapan ingin mendapat imbalan berupa pujian (bukan karena Allah), maka amalan itu tidak berarti apa-apa di hadapan Allah SWT, karena nilai amalannya telah rusak dengan sifat r*ya.

Pujian memang datang dari orang lain. Apabila dalam kenyataannya kita dipuji, itu sah-sah saja. Tapi, apabila kita yang menginginkan pujian, itulah yang disebut dengan sifat riya. Alangkah baiknya ketika kita dipuji orang lain, ucapkanlah Alhamdulillah yang artinya segala puji hanya milik Allah.


Selain itu, berdasarkan definisi ikhlas yang telah disebutkan tadi, yaitu: "suatu sikap menerima keadaan tanpa mengeluh". Artinya, orang yang memiliki keikhlasan di dalam hatinya tidak akan pernah mengeluh saat diberikan cobaan. Definisi tersebut hampir mirip dengan makna dari sabar. Dengan kata lain, ikhlas akan tercermin dari sikap sabar.

Sabar dan ikhlas dapat kita miliki ketika kita mampu menahan h*wa n*fsu. Apabila berhasil menahannya, maka kita akan tergolong ke dalam orang-orang yang kuat menurut konteks Islam.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasullah SAW bersabda:
"Laisa syadiidu bis-shur`ati innama syadiidulladzii yamliku nafsahu `indal ghodlob." (HR. Muslim).

Makna dari hadist di atas yaitu: Orang yang kuat adalah mereka yang mampu menahan hawa nafsunya. Kaitannya dengan riya atau sifat ingin dipuji yaitu salah satu perbuatan yang didasari atas hawa nafsu. Naudzubillahi min dzalik.

Penutup:

Hadirin yang saat ini masih mengharapkan keridhoan Allah SWT.

Dari materi yang telah dibahas tadi. Ada beberapa kesimpulan yang dapat kita tarik.

Pertama; Ikhlas merupakan sikap yang sangat penting dalam Islam sebagai dasar dari amal.
Kedua; Ikhlas dapat menjaga amalan kita tetap bernilai di hadapan Allah.
Subhanallah.

Semoga dengan ceramah yang singkat ini ke depannya kita bisa lebih ikhlas ketika berbuat baik, agar kebaikan itu bernilai Ibadah dan dapat menjadi bekal kita di akhirat. Aamiin.

Aquulu qouli hadza. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu



Mungkin Yang Kamu Cari:
     

Post a Comment for "Contoh Ceramah Islami Singkat mengenai Ikhlas"