Sunday, 17 June 2018

Contoh Ceramah tentang Amal yang tidak putus

Kumpulan Contoh Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
 

Fungsi pidato

  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Tahukah Anda bahwa ada amal yang tidak putus/terus mengalir sampai hari kiamat? Nah, Pidato ID kali ini akan menulis dan menjelaskan ceramah tentang 3 amal yang tidak akan putus.

Contoh ceramahnya dapat dibaca di bawah ini.

Hadirin yang dirahmati Allah S.W.T., Rasulullah S.A.W. telah bersabda dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh imam muslim yang artinya: "Apabila anak/keturunan Adam A.S. (Alaihi Salam) meninggal dunia, maka semua amalannya akan terputus kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendo'akan orang tuanya". (H.R. Muslim)

Berdasarkan hadis di atas, sudah jelas bahwa ada 3 amalan yang tak akan putus, bahkan ketika kita sudah meninggal. Ini merupakan keterangan yang penting, karena saat mengetahuinya kita dapat mengamalkan 3 poin tersebut untuk bekal kita di akhirat.


Amal 1: Sedekah Jariyah

Hadirin yang mengharapkan ridho Allah ...
Sedekah jariyah bisa dilakukan dengan memberikan sebagian harta yang kita miliki di jalan Allah dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan dari manusia, atau semata-mata hanya karena Allah. Sedekah jariyah bisa diberikan kapanpun dan berapapun besarnya, tanpa adanya batasan.

Beberapa contohnya yaitu memberikan sumbangan ke masjid, misalnya menyedekahkan uang untuk pembangunan masjid ataupun memberikan Al-Quran untuk keperluan pengajian. Contoh lain, misalnya menghibahkan sebidang tanah untuk keperluan umum yang bermanfaat.

Intinya, perlu kita ingat bahwa ketika harta yang kita berikan itu semata-mata karena Allah, maka itu akan menjadi amal soleh bagi kita. Allah telah menjanjikan bahwa: barang siapa yang menyedekahkan harta di jalan Allah, maka baginya adalah surga.


Amal 2: Ilmu yang bermanfaat

Apabila kita bisa membaca Al-Quran, kemudian mengamalkan ilmu yang dimiliki kepada orang lain hingga orang tersebut bisa membaca Al-Quran seperti kita, maka kita akan mendapatkan pahala. Jika di kemudian hari kita meninggal, maka amalan tadi akan terus mengalir kepada kita selama orang tersebut mengamalkan kembali ilmunya kepada orang lain, begitupun seterusnya.

Mengamalkan ilmu tidak hanya sebatas itu. Kita juga dapat mengajarkan ilmu lain yang sesuai dengan kemampuan sendiri, tentunya bermanfaat dan baik. Kalau kita bisa menulis, ajarkanlah caranya kepada orang yang belum / ingin bisa menulis . Dan Apabila Anda pandai berpidato, maka berikanlah tips berpidato kepada orang lain yang membutuhkannya. Dengan demikian, setiap ilmu yang kita miliki akan bernilai Ibadah.


Amal 3: Anak Soleh/Solehah yang mendo'akan kedua orang tuanya

Anak adalah titipan dari Allah S.W.T. yang wajib kita rawat, jaga, dan kita didik dengan sepenuh hati. Pendidikan agama islam pada khususnya, dapat menjadikan anak kita soleh dan solehah. Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang soleh? Semua orang tua pasti menginginkannya.

Sesuai keterangan hadis di atas, memiliki anak soleh / solehah yang mendo'akan orang tua (terutama yang sudah meninggal), dapat meringankan dosa kedua orang tuanya. Hal tersebut sebagaimana tersurat dalam do'a anak soleh yang berbunyi: "Robbigfirlii wali waalidayya warham humaa kamaa robbayaanii sogiiron". Artinya: Ya Allah, ampunilah dosa saya dan dosa kedua orang tua saya, serta berikanlah kasih sayang kepada mereka seperti mereka telah menyayangi saya waktu kecil.

Itulah do'a anak soleh yang dapat meringankan dosa setiap orang tua, bahkan saat orang tua si anak sudah meninggal. Oleh sebab itu, pendidikan Islam itu penting bagi setiap muslim dalam mendidik anak-anak sehingga menjadi anak yang soleh, sehingga kita sebagai orang tua akan terbantu pada akhirnya.


Semoga contoh ceramah di atas bermanfaat. Apa pendapat Anda tentang ini? Beri kami masukan agar dapat meningkatkan kualitas kami.


Mungkin Yang Kamu Cari:

     


EmoticonEmoticon