Tuesday, 12 June 2018

Cerpen Aku Malu pada suamiku.... sedangkan aku terpaksa...


Menjadi Ibu dari dua anak adalah sesuatu yang seharusnya dijadikan contoh yang benar bagi mereka (anak-anak), dimana dalam kesehariannya anak-anak merupakan tabungan kelak dikemudian hari (masa depan) akan tetapi bagaimana jika kita mendidik dengan tidak semestinya, walaupun terkadang kesibukan mejadi kendala dalam memberikan contoh pada anak-anaku, hingga pekerjaan ini membuat aku malu pada suamiku.

Seorang wanita yang berusia 28 tahun yang konsisten mencari nafkah menggantikan suaminya yang terkena kecelakaan saat mengendarai sepeda motor kala pulang kerja, wanita yang berparas cantik, semok dan seksi itu ternyata adalah seorang ibu rumah tangga dan memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dengan kondisi ekonomi yang terpuruk akibat kecelakaan kendaraan, menjadikan wanita cantik itu rela mencari nafkah demi menghidupi keluarganya, walaupun profesinya sebaagai artis panggung hiburan kadang membuatnya risih karena kerap kali diusili, dirayu bahkan diajak macam-macam oleh laki-laki hidung belang, namun apalha daya itu hanya pekerjaan yang hanya bisa dilakukan pada saat ini, dan sekedar batu loncatan belaka sembari mencari pekerjaan yang lebih baik.

Pada suatu ketika ratih (penyanyi) mendapatkan undangan dari sebuah event yang diselenggarakan oleh EO (event Organiser) disalah satu hotel, padahal ratih sendiri ingin mengakhiri pekerjaan itu lantaran banyak sindiran yang miring bahkan omongan dari banyak orang tentang profesinya itu. Sebelumnya ratih sudah off selama  sebulan namun kondisi ekonomi semakin klabakan, diapun nekad untuk memnuhi undangan itu. Dengan berat hati suaminyapun mengizinkan.

Ketika acara berkangsung sampai pada malam hari terlihat tamu semakin berdatangan hingga memenuhi acara, kebetulan acara tersebut adalah acara yang mewah jadi, pesta semakin meriah, pada saat ratih bernyanyi ternyata ada seorang laki-laki yang memperhatikan, tiba-tiba dia lalu mendekat seusai lantunan lagu yang dibawakan sicantik ratih selesai, pria itupn mendekat dan basa basi membuka obrolan perkenalan ini itu hingga dapatlah nomor kontak ratih.

Pada kesokan harinya ratih di telpon ditanyai kabar dan lain sebagainya, dan hal ini terjadi berkali-kali, bahkan lelaki itu kerap kali memberikan pulsa walaupun tanpa diminta, meski ratih sudah berkata jujur kalo dia sudah punya suami tapi lelaki itu terus memburunya, seperti pada pria lain ratih juga bersikap demikian, namun kali ini ada sebuah perbedaan lantaran ratih kadang merasa terbantu dengan kondisi keluarganya, karena pada saat bertemu diacara itu ratih diberi saweran yang begitu besar, Suatu ketika ratih membutuhkan uang untuk bayaran sekolah anaknya juga obat untuk suaminya yang tercinta.

Ratih yang panik harus berbuat kemana, kesana kemari belum juga membuahkan hasil, tiba-tiba lelaki yang biasa menelpon tersebut mengirim pesan dan seperti biasa menyanyakan kabar, dijawab dengan datar saja oleh ratih, namun lama-kelamaan ratihpun curhat dan mencoba meminjam uang walaupun dengan berat dan rasa malu, lelaki itu pun dengan senang hati mentranfer uang yang dibutuhkan oleh ratih, bahkan banyak kelebihan dari uang itu lelaki itu mengatakan "lumayan buat simpanan besok kalo diperlukan" persoalan anak dan suaminyapun selesai.

Waktu terus berputar dan tidak terasa sudah mendekati dua bulan lelaki yang menjadi misteri yang risihpun selalu mengusiknya lantaran hutang yang diterima oleh ratih, dengan semampunya ratih berusaha untuk membayar hutang tersebut, sampai-sampai ratih yang tak pernah menelpon terlebih dahulu ratihpun mencoba menelpon pria itu dengan rasa deg-degan, padahal hanya ingin mengatakan ratihbelum bisa membayar hutangnya, terjadi sebuah perbincangan ini itu, dan ratih diajak makan siang, awalnya ratih menolak lama kelamaan ratih mau dan akhirnya ratihpun bersedia dengan tawarannya.

Dua jam bersama di sebuah restoran mahal, obrolan yang selama itu berlangsung singkatnya si pria itu adalah seorang duda yang ditinggal pergi oleh istrinya yang meninggal dunia, ada hal yang membuat ratih terkejut adalah Istri pria itu ternyata mirip dengannya, itulah alasan lelaki itu selalu menghubungi ratih, singkat cerita hutang dianggap lunas. bahkan berkali-kali ratih diberi uang tanpa diminta oleh ratih, ratih yang bingung, canggung dan salah tingkah, akhirnya membuat keputusan pada dirinya untuk pria itu "Mas Sudahlah jangan pernah lagi kirim uang dan apa-apa lagi untuk keluarga saya, karena saya kasian sama mas, dan beban bagi saya"


"Ga papa de ratih, lagian itu bukan seberapa dibandingkan dengan uang yang kumiliki, aku hanya ingin memandangmu karena wajahnya (istri) ada pada dirimu bahkan sifatmu" jawab lelaki itu. dengan nada yang penuh sentuhan.
Ratihpun menyaut dan "Saya malu pada suamiku mas, anak-anakku, bahkan malu pada Alloh jika nanti diantara kita ada fitnah, bahkan terjadi sebuah hal yang tidak diinginkan, aku hanya perempuan yang lemah apalagi dengan pemeberian mas yang tak terhitung, dan itupun saya anggap hutang mas, maaf mas ya"

Lelaki itupun hanya diam dan berusaha untuk tidak menghiraukan apa yang dikatakan ratih, lantaran saking cintanya dengan istrinya ratih yang mirip itu menjadi salah satu sosok yang menggantikannya walaupun hanya dalam pertemanan belaka. secara tidak sadar tangan ratih dipegang dan dikecuplah tangan itu. Ratihpun kaget dan melepas serta lari sambil menangis. Lelaki itu hanya diam dan menyesal apa yang dilakukannya, 

Akhir ceritanya, tak ada lagi komunikasi antara ratih dan lelaki itu, bahkan hutang ratihpun belum terselesaikan, waktu yang terus bergulir tiba-tiba suaminya meninggal dan ratih dinikahi oleh laki-laki tersebut, hingga melahirkan dua orang anak. demikian cerpen Aku Malu pada suamiku.... sedangkan aku terpaksa...


Mungkin Yang Kamu Cari:
     


EmoticonEmoticon