Saturday, 9 June 2018

Langkah-langkah Pembelajaran Menulis Teks Pidato dengan Metode Kolaborasi

Kumpulan Contoh Pidato - Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Pidato merupakan salah satu teori dari pelajaran bahasa indonesia.
Pidato biasanya digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin dan berorasi di depan banyak anak buahnya atau khalayak ramai.
 

Fungsi pidato

  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • mempermudah komunikasi.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karier yang baik. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Dalam berpidato, penampilan, gaya bahasa, dan ekspresi kita hendaknya diperhatikan serta kita harus percaya diri menyampaikan isi dari pidato kita, agar orang yang melihat pidato kita pun tertarik dan terpengaruh oleh pidato yang kita sampaikan.

Pembelajaran merupakan sebuah proses. Langkah-langkah metode ini merupakan cara yang bagus untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang akan diajarkan. Selain itu, dapat menggunakannya untuk menilai tingkat pengetahuan siswa. Alwasilah (2007:26) mengungkapkan bahwa langkah-langkah pembelajaran menulis teks pidato dengan menggunakan metode kolaborasi sebagai berikut :
  1. Siswa mengemukakan pengetahuannya tentang teks pidato.
  2. Pendapat yang disampaikan siswa tentang teks pidato ditanggapi oleh guru.
  3. Siswa mengemukakan contoh teks pidato sesuai dengan yang diketahuinya.
  4. Setelah siswa mengemukakan pendapat tentang teks pidato sesuai dengan pengtetahuan yang diketahuinya, guru menjelaskan materi tentang teks pidato.
  5. Siswa menyimak contoh teks pidato dari guru.
  6. Siswa berkelompok (delapan kelompok, setiap orang terdiri atas lima orang).
  7. Siswa berkolaborasi dengan kelompoknya untuk menyatukan konsep dan merumuskan hal-hal yang penting dalam menulis teks pidato.
  8. Siswa menulis teks pidato masing-masing dengan menggunakan bahasa sendiri, setelah berkolaborasi dengan kelompoknya tentang hal-hal yang penting dalam menulis teks pidato.
  9. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya jika mendapatkan kendala ketika menulis teks pidato, agar mendapatkan masukan-masukan yang membangun dari setiap anggota kelompoknya.
  10. Siswa berkolaborasi dengan kelompoknya mengoreksi/menganalisis teks pidato yang ditulis teman sekelompoknya, dengan cara menggaris bawahi atau mencoret kesalahan yang dibuatnya (setiap anggota kelompok harus saling mengoreksi/ menganalisis).
  11. Siswa memperhatikan hal-hal yang yang perlu diperhatikan ketika mengoreksi/menganalisis tek pidato meliputi: kesesuaian isi dengan topik, struktur isi pidato, pilihan kata, dan EYD (ejaan yang disempurnakan) dalam berkolaborasi untuk mengoreksi/menganalisis teks pidato teman sekelompoknya.
  12. Siswa berkolaborasi mengoreksi/menganalisis teks pidato teman sekelompoknya (setiap anggota kelompok harus saling mengoreksi) dengan memperhatikan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengoreksi/ menganalisis teks pidato meliputi: kesesuaian isi dengan topik, struktur isi pidato, pilihan kata, dan EYD (ejaan yang disempurnakan) dibimbing oleh guru.
  13. Setelah proses kolaborasi tersebut berakhir, guru mengidentifikasi kesalahan yang paling sering dilakukan siswa, kemudian memberikan pengarahan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  14. Setelah itu, guru menyuruh kembali siswa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan teks pidato dan melakukan analisis kembali pada pertemuan atau siklus berikutnya sampai dengan teks pidato tersebut dinilai sudah baik.
Dalam langkah-langkah di atas, siswa dituntut untuk lebih kreatif dalam belajar serta merumuskan konsep dan kesimpulan sendiri terhadap materi yang telah diajarkan. Setiap siswa saling mengoreksi atas kesalahannya dalam menulis teks pidato dengan cara kerjasama.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah siswa selesai menulis teks pidato, setelah itu siswa berkolaborasi dengan kelompoknya mengoreksi/menganalisis teks pidato yang ditulis teman sekelompoknya. Setelah proses kolaborasi tersebut berakhir, guru mengidentifikasi kesalahan yang paling sering dilakukan siswa, kemudian memberikan pengarahan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. 




Mungkin Yang Kamu Cari:


EmoticonEmoticon